Artikel & Berita Sekolah Bisnis Industri & Perdagangan

Marketing Internasional

PEMASARAN INTERNASIONAL
(INTERNATIONAL MARKETING)

Materi:

1. Ruang Lingkup dan Pengertian Pemasaran

- Ruang Lingkup

- Pengertian

- Sistem Pemasaran

- Instrumen dan Proses Manajemen Pemasaran

2. Lingkup dan Tantangan Pemasaran Internasional

- Peluang dan Tantangan

- Sifat Dinamis Pasar Internasional

3. Tahapan dari Pelibatan Pemasaran Internasional

4. Tugas Pemasaran Internasional

5. Perdagangan Ekspor

- Hambatan Ekspor

- Dokumen Ekspor

6. Penetapan Harga untuk Pasar Internasional

7. Strategi Pemasaran Global

 

RUANG LINGKUP PEMASARAN
(THE SCOPE OF MARKETING)

Setiap orang dalam memasarkan suatu produk menurut Kotler (2000:3) meliputi 10 jenis produk, yaitu:

1. Goods: Barang – barang fisik

2. Services: Jasa yang bersifat non fisik, yang menyertai atau tidak menyertai produk barang fisik

3. Experiences: Pengalaman kegiatan atau seseorang yang dapat dinikmati oleh orang lain

4. Events: Kegiatan atau peristiwa yang dibutuhkan oleh orang banyak

5. Persons: Keahlian atau ketenaran seseorang

6. Places: Tempat yang memiliki keunggulan, keunikan, sejarah, keindahan

7. Properties: Hak kepemilikan bisa berupa benda nyata (real estate) atau finansial (saham dan obligasi)

8. Organizations: Wadah yang dapat memberikan citra atau nilai jual dari suatu produk

9. Information: Informasi yang dapat diproduksi dan dipasarkan (sekolah, surat kabar)

10. Ideas: Gagasan yang menghasilkan produk yang diminati oleh konsumen

 

MARKETING atau PEMASARAN

Menurut Kotler (2000:9):

“Marketing is a societal process by which individuals and groups obtain what they need and want through creating, offering and freely exchanging products and services of value with others”.

Pemasaran yaitu suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

Kesimpulan, Pemasaran adalah segala kegiatan yang menawarkan suatu produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

 

SISTEM PEMASARAN SEDERHANA


Instrumen Pemasaran (Marketing Tools)

Alat pemasaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran meliputi Bauran Pemasaran 4P (Marketing Mix)

 

 

Bauran Marketing (Marketing Mix) Terakhir Meliputi 4P+S+2CS

n Customer Sensitivity: Perilaku pegawai, perlakuan terhadap konsumen dan respon terhadap konsumen.

n Product: kualitas, tahan uji dan ciri.

n Customer Convenience: Kesediaan terhadap konsumen, kepercayaan consumen dan penjualan.

n Service: Pelayanan purna jual, pelayanan sebelum penjualan dan kepercayaan konsumen.

n Price: Harga jual, syarat dan penawaran harga.

n Place: Akses, fasilitas, syarat pembayaran dan kesediaan terhadap konsumen.

n Promotion: Iklan, publikasi, penjualan, pelayanan pasca jual dan penawaran harga.


PROSES MANAJEMEN PEMASARAN

 

 

 

PELUANG DAN TANTANGAN PEMASARAN INTERNASIONAL (BISNIS GLOBAL)

Dipengaruhi oleh:

  1. Pertumbuhan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization) dan area-area perdagangan bebas regional, seperti: Area Perdagangan Bebas Amerika Utara.
  2. Tren menuju diterimanya sistem pasar bebas di antara negara-negara berkembang di Amerika Latin, Asia dan Eropa.
  3. Berkembangnya pengaruh internet, telepon selular dan media global lainnya yang besar dalam memudarnya batas-batas nasional.
  4. Mandat untuk mengelola sumber daya dan lingkungan global dengan baik.

 

WORLD TRADE ORGANIZATION
(WTO)

Berfungsi:

  1. Mengadministrasikan persetujuan yang dihasilkan Uruguay Round dan mengawasi pelaksanaan komitmen akses pasar.
  2. Mengawasi praktek-praktek perdagangan internasional, secara reguler meninjau kebijakan perdagangan negara anggota.
  3. Sebagai forum penyelesaian perselisihan perdagangan dan menyediakan mekanismenya.
  4. Menyediakan bantuan teknik.

NAFTA

Perjanjian perdagangan bebas antara Kanada, Amerika Serikat dan Meksiko (40% dari perdagangan dunia).

EU (EFTA) European Free Trade

Merupakan gabungan dari negara-negara Uni Eropa dalam melaksanakan perdagangan bebas intra Eropa (40% dari perdagangan dunia).

MERCUSOR

Suatu aliansi perdagangan regional di kawasan Amerika Latin yang beranggotakan Argentina, Brasil, Paraguay dan Uruguay.

AFTA (Asean Free Trade Area)

Merupakan kerjasama sesama negara Asean untuk menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan, dimulai Januari 1993 (6 – 10 negara).

SURAT KETERANGAN ASAL (SKA)

Suatu dokumen yang berdasarkan kesepakatan dalam Perjanjian Bilateral, Regional dan Multilateral serta kekuatan sepihak dari suatu negara tertentu wajib disertakan pada waktu barang ekspor dari Indonesia akan memasuki wilayah negara tertentu yang membuktikan bahwa barang tersebut berasal, dihasilkan dan atau diolah di Indonesia

 

SIFAT DINAMIS PASAR INTERNASIONAL

n Pandangan lebih mendalam atas berbagai penyebab perbedaan-perbedaan kultural.

n Internet dan telepon selular, dan perannya yang berkembang dalam pemasaran internasional.

n Negoisasi-negoisasi dengan pelanggan, rekan dan regulator.

n Pasar-pasar besar yang sedang muncul (Big Emerging Markets – BEMs).

n Rumah tangga berpenghasilan menengah global yang berkembang.

n Organisasi Perdagangan Dunia.

n Perjanjian perdagangan bebas.

n Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik.

n Riset multikultural.

n Riset kualitatif dan kuantitatif.

n Pengaruh negara asal dan merek-merek global.

n Pameran perdagangan industri.

n Penekanan yang semakin besar, baik pada jasa konsumen maupun industri.

n Tren-tren dalam struktur-struktur saluran di Eropa, Jepang dan negara-negara berkembang.

n Keputusan etika dan tanggung jawab sosial.

n Pemasaran hijau.

 

TAHAPAN DARI PELIBATAN PEMASARAN INTERNASIONAL

1. Tanpa Pemasaran Asing Langsung Tahapan ini tidak secara aktif mengolah konsumen di luar batasan nasional; tetapi, produk perusahaan ini mungkin meraih pasar asing. Penjualan mungkin dilakukan terhadap perusahaan perdagangan serta pelanggan asing yang datang secara langsung kepada perusahaan. Atau produk mungkin menjangkau pasar asing melalui pedagang grosir atau distributor yang menjual di luar negeri tanpa dorongan yang nyata atau bahkan sepengetahuan dari produsen.

2. Pemasaran Asing Secara Jarang Penjualan ke pasar asing dilakukan hanya kalau barang tersedia tanpa maksud untuk memelihara perwakilan pasar yang berkelanjutan. Jika permintaan domestik meningkat dan menyerap kelebihan barang, aktifitas penjualan asing ditarik. Dalam tahapan ini, tampak hanya sedikit atau tidak ada perubahan dalam organisasi perusahaan atau lini produk.

3. Pemasaran Asing Secara Teratur Pada tingkat ini, perusahaan mempunyai kapasitas produksi permanen yang didedikasikan bagi produksi barang untuk dipasarkan di pasar asing. Dapat memakai perantara asing atau domestik di luar negeri atau dapat mempunyai angkatan penjualan atau cabang penjualan sendiri dalam pasar asing. Fokus utama dari operasi dan produksi adalah untuk melayani kebutuhan pasar domestik.

4. Pemasaran Internasional (Perusahaan Global)Dalam tahap ini telah mempunyai komitmen dan terlibat penuh dalam aktivitas pemasaran internasional. Perusahaan seperti ini mencari pasar di seluruh dunia dan menjual produk – produk yang merupakan hasil dari produksi berencana untuk pasar – pasar di berbagai negara. Biasanya tidak hanya memerlukan pemasaran tetapi juga produksi barang di luar pasar negara asal. Pada titik ini sebuah perusahaan menjadi perusahaan pemasaran internsional atau multinasional.

 

PEMASARAN GLOBAL

Pada tahap ini, perusahaan memperlakukan dunia, termasuk pasar negara asal mereka, sebagai satu pasar. Keputusan – keputusan segmentasi pasar tidak lagi difokuskan pada batasan – batasan nasional. Pada akhirnya, segmen pasar didefinisikan oleh tingkat pendapatan, pola penggunaan atau faktor – faktor lain yang sering kali menjangkau negara – negara dan daerah – daerah.

Orientasi Strategis

1. Konsep perluasan pasar domestik

2. Konsep pasar multidomestik

3. Konsep pasar global

 

Tugas Pemasaran Internasional

 

 

PROSEDUR EKSPOR

 

 

PENGELOMPOKAN BARANG EKSPOR

Ketentuan umum di bidang ekspor menggolongkan barang-barang ekspor kedalam 4 (empat) kelompok, yaitu:

1. Kelompok Barang Yang Diatur Ekspornya.

2. Kelompok Barang Yang Diawasi Ekspornya.

3. Kelompok Barang Yang Dilarang Ekspornya.

4. Kelompok Barang Yang Bebas Ekspornya.

1.

1. Barang Yang Diatur Ekspornya

Pengaturan ekspor dilakukan sejalan dengan ketentuan perjanjian internasional, bilateral, regional maupun multilateral dalam rangka upaya:

a. Untuk menjamin tersedianya bahan baku bagi industri dalam negeri.

b. Untuk melindungi lingkungan dan kelestarian alam.

c. Untuk meningkatkan daya saing dan posisi tawar.

2. Barang Yang Diawasi Ekspornya

Penetapan terhadap barang yang diawasai ekspornya lebih disebabkan karena barang-barang tersebut sangat dibutuhkan di dalam negeri, hal ini guna:

a. Menjaga stabilitas pengadaan dan konsumsi dalam negeri.

b. Menjaga kelestarian alam.

c. Memenuhi kebutuhan dan mendorong pengembangan industri dalam negeri.

3. Barang Yang Dilarang Ekspornya

Penetapan ketentuan terhadap barang yang dilarang ekspornya dikarenakan:

a. Untuk menjaga kelestarian alam.

b. Tidak memenuhi standar mutu.

c. Untuk menjamin kebutuhan bahan baku bagi industri kecil/pengrajin.

d. Peningkatan nilai tambah.

e. Merupakan barang bernilai sejarah dan budaya.

Kelompok barang yang bebas ekspornya merupakan kelompok barang diluar ketentuan-ketentuan diatas.

 

HAMBATAN EKSPOR

1. Berfluktuasinya nilai tukar rupiah.

2. Ketergantungan pada bahan baku impor relatif tinggi.

3. Pemasaran komoditas ekspor utama dan pasokan bahan baku masih tergantung pada negara ketiga (broker).

4. Pola kemitraan usaha belum berjalan dengan baik.

5. Struktur pasar dalam negeri belum tertata dengan baik.

6. Maraknya penyelundupan.

7. Lemahnya daya saing ekspor.

8. Sulitnya pengusaha kecil memperoleh jaminan kredit.

9. Menurunnya daya beli masyarakat (domestik).

10. Jaminan investasi yang kurang mendukung.

11. Perangkat perundang-undangan belum memadai untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

12. Lemahnya sistem jaringan produksi dan jaringan pemasaran dalam dan luar negeri.

 

BATASAN IMPOR

Memasuki pasar luar negeri dihadapkan dengan batasan impor:

n Tarif

n Kuota

n Lisensi Impor

n Standar

n Boikot

n Kesepakatan Antar Negara

n Batasan Lainnya

n Syarat Penjualan

Tarif

Adalah pajak atau bea cukai yang dibebankan kepada barang-barang yang diimpor. Semua negara mempunyai tarif yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan dan melindungi industri dalam negeri dari barang produksi asing.

Kuota

Berbagai negara juga mungkin menerapkan pembatasan pada kuantitas beberapa produk yang diimpor pada periode tertentu. Hal ini diterapkan pada transaksi impor dari beberapa negara saja atau dari semua. Contoh: AS menerapkan kuota khusus pada produk impor seperti gula, gandum, kapas, tembakau, tekstil & kacang. Dalam kasus ini, AS juga membatasi jumlah produk yang diimpor dari negara tertentu.

Lisensi Impor

Banyak negara menghendaki lisensi impor sebagai alat untuk meregulasi aliran pertukaran kurs dan kuantitas produk impor tertentu. Perbedaan fundamental antara kuota dan lisensi impor sebagai alat mengendalikan impor adalah derajat fleksibilitas lisensi impor yang lebih besar ketimbang kuota.

Boikot

Adalah batasan mutlak bagi perdagangan dengan sebuah negara atau perdagangan untuk produk tertentu.

Kesepakatan Antar Negara

Hambatan perdagangan antar negara dapat dibicarakan lebih lanjut pada level pemerintah negara yang menggunakan hambatan. Contoh: Pemerintah AS telah mengatur kesepakatan antar negara dengan pihak industri mobil dan baja dari Jepang agar mereka mau membatasi penjualan ke AS. Jepang mengikuti kesepakatan ini akibat ancaman tidak langsung dari AS. Jika Jepang tidak membatasi ekspor mobil atau baja, maka Pemerintah AS juga akan memberlakukan hambatan lebih keras, seperti bea impor tambahan.

SKA PREFERENSI

Jenis dokumen SKA yang berfungsi sebagai persyaratan dalam memperoleh preferensi yang disertakan pada barang ekspor tertentu untuk memperoleh fasilitas (berupa pembebasan sebagian atau seluruh bea masuk), yang diberikan oleh suatu negara / kelompok negara tertentu.

SKA NON PREFERENSI

Jenis dokumen SKA yang berfungsi sebagai dokumen pengawasan dan atau dokumen penyerta barang yang disertakan pada barang ekspor untuk dapat memasuki suatu wilayah negara tertentu, bukan untuk memperoleh preferensi.

Batasan Lainnya

Batasan dapat juga diberlakukan bagi impor produk-produk berbahaya seperti narkoba, obat dan produk-produk yang merusak moral. Produk impor yang masuk juga harus memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah untuk faktor kesehatan, sanitasi, pengemasan dan pelabelan. Di Uni Eropa, pengawasan impor yang ketat diberlakukan pada daging sapi dan produk turunannya yang diimpor dari Inggris akibat adanya penyakit sapi gila.

 

SYARAT PENJUALAN

Syarat penjualan (terms of sale) atau syarat perdagangan (trade terms) berbeda-beda:

Ø CIF – Cost, Insurance, Freight (biaya, asuransi, pengangkutan); Bahwa penjual melakukan penyerahan barang-barang bila barang-barang itu melewati pagar kapal di pelabuhan pengapalan. Penjual wajib membayar semua biaya yang perlu untuk mengangkut barang-barang itu sampai ke pelabuhan tujuan.

Ø C&F – Cost and Freight (biaya dan pengangkutan); Bahwa penjual melakukan penyerahan barang-barang bila barang-barang melewati pagar kapal di pelabuhan pengapalan. Penjual wajib membayar biaya yang perlu untuk mengangkut barang-barang itu sampai ke pelabuhan tujuan.

Ø FAS – Free Alongside (bebas selama pelayaran); Bahwa penjual melakukan penyerahan barang-barang, bila barang-barang itu ditempatkan disamping kapal di pelabuhan pengapalan yang disebut.

Ø FOB – Free on Board (bebas biaya muat); Bahwa penjual melakukan penyerahan barang-barang bila barang-barang melewati pagar kapal di pelabuhan pengapalan yang disebut.


Siapa Yang Bertanggung Jawab atas Biaya Berdasarkan Beberapa Syarat Penjualan

Biaya Produk/

Persyaratan

FOB, diantar sampai tempat pengiriman

FAS. Kapal Laut atau Pesawat di tempat pengiriman

CIF, di Pelabuhan tempat tujuan

Pengemasan ekspor*

Penjual

Penjual

Penjual

Perpindahan

pelabuhan

Pembeli

Penjual

Penjual

Biaya pengiriman

Pembeli

Pembeli

Penjual

Pemuatan kapal laut atau pesawat

Pembeli

Pembeli

Penjual

Angkutan laut

Pembeli

Pembeli

Penjual

Asuransi kargo

Pembeli

Pembeli

Penjual

Biaya bea cukai

Pembeli

Pembeli

Pembeli

 

Dokumen Ekspor

Dokumen-dokumen dalam perdagangan internasional dapat dibedakan atau dimasukkan dalam kelompok sebagai berikut:

1. Kelompok Dokumen Induk

2. Kelompok Dokumen Penunjang

3. Kelompok Dokumen Pembantu

 

1. Dokumen Induk

a) Faktur Perdagangan;

Adalah suatu nota – perhitungan yang dibuat oleh eksportir untuk importir.

b) Letter of Credit (L/C);

Adalah suatu surat – kredit yang dikeluarkan oleh Bank Devisa atas permintaan importir.

c) Bill of Lading;

Adalah suatu tanda terima penyerahan barang yang dikeluarkan oleh perusahaan pelayaran sebagai tanda bukti pemilikan atas barang yang telah dimuat diatas kapal laut oleh eksportir untuk diserahkan kepada importir.

d) Polis Asuransi;

Adalah surat bukti pertanggungan yang dikeluarkan Maskapai Asuransi atas permintaan eksportir maupun importir untuk menjamin keselamatan atas barang yang dikirim dari aneka bencana dan kerusakan, dengan membayar premi.

/*

2. Dokumen Penunjang

a) Packing List (Daftar Pengepakan);

Adalah daftar yang berisi perincian lengkap mengenai jenis dan jumlah satuan dari barang yang terdapat dalam tiap peti atau total keseluruhannya sama dengan jenis dan jumlah yang tercantum dalam faktur perdagangan.

b) Inspection Certificate / Surveyor Report;

Adalah suatu pernyataan (kadang kala dibawah sumpah) yang berisi keterangan mengenai mutu barang, jenis, jumlah, harga dan lain keterangan yang dibutuhkan.

c) Certificate of Origin (Surat Keterangan Negara Asal);

Adalah surat – pernyataan yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang yang menyebutkan negara asal suatu barang.

/*

3. Dokumen Pembantu

a) Instruction – Manual;

Adalah keterangan terinci mengenai tata cara dan tata kerja suatu alat.

b) Brochure atau Leaflet;

Adalah buku kecil yang berisi keterangan singkat mengenai suatu produk yang bertujuan memberikan informasi kepada konsumen tentang produk termaksud.

 

Pengertian Harga

Harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya.

Maka, harga merupakan jumlah uang yang diperlukan sebagai penukar berbagai kombinasi produk dan jasa.

 

Strategi Penetapan Harga Dalam Perusahaan dimaksudkan untuk:

1. Bertahan hidup

2. Maksimalisasi laba jangka pendek

3. Memaksimumkan pendapatan jangka pendek

4. Pertumbuhan penjualan maksimum

5. Menyaring pasar secara maksimum

6. Unggul dalam suatu produk

Metode Penetapan Harga

a) Cost Oriented Pricing, adalah penetapan harga yang semata-mata memperhitungkan biaya-biaya dan tidak berorientasi pada pasar.

b) Demand Oriented Pricing, adalah penentuan harga dengan mempertimbangkan keadaan permintaan, keadaan pasar dan keinginan konsumen.

c) Competetion Oriented Pricing, adalah menetapkan harga jual yang berorientasi pada pesaing

Pendekatan Penetapan Harga International

Perusahaan yang menetapkan harga berdasarkan bauran strategi telah menyadari adanya segmentasi pasar antarnegara atau antarpasar, penetapan harga bersaing di pasar, antara lain:

a) Perusahaan yang menetapkan harga berdasarkan bauran strategi telah menyadari adanya segmentasi pasar antarnegara atau antarpasar,

b) penetapan harga bersaing di pasar, antara lain:

Kenaikan Harga (Price Escalation)

Merupakan biaya tambahan yang muncul akibat mengekspor produk dari negara yang satu ke negara yang lain, seperti:

1. Biaya Ekspor;

2. Biaya Pajak, Tarif, Administrasi;

3. Inflasi;

4. Deflasi;

5. Fluktuasi Nilai Tukar;

6. Variasi Nilai Mata Uang;

7. Biaya Perantara dan Transportasi.

 

Contoh Penyebab dan Dampak Kenaikan Harga

 

Contoh DN

Contoh LN

Biaya Produksi Bersih

$ 5,00

$ 5,00

Biaya Transportasi, CIF

Tidak ada

6,10

Tarif (20% Nilai CIF)

Tidak ada

1,22

Pembayaran Importir

Tidak ada

7,32

Margin Importir Ketika Barang Dijual Ke Grosir (25%biaya)

Tidak ada

7,83

+0,73

Pajak arus keluar masuk barang

Grosir membayar biaya penerimaan barang di darat

5,00

9,88

Margin grosir (33 1/3% biaya)

1,67

3,29

+0,99

-Idem-

Pembayaran dari peritel

6,67

14,16

Margin ritel (50% biaya)

3,34

7,08

+1,42

-Idem-

Harga Eceran

$ 10,01

 

STRATEGI PEMASARAN INTERNATIONAL

 

 

 

 

1. THE ENVOLVING MARKETING CONCEPT

Concept

Focus

Means

End

Old

Product / Service

Selling

Profit via Sales

New

Customers

Integrated marketing

Profit via customer satisfaction

Strategic

Environment

Strategic Management

Stakeholder benefit

 

2. MARKETING ACTIVITIES (THE MARKETING DECISION “MIX”)